TAFSIR

Jawab:
Surah Al-Fatiḥāh dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 🎧 Al-ḥamdu lillāhi rabbil 'ālamīn
2. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam, 🎧 Ar-raḥmānir-raḥīm
3. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, 🎧 Māliki yaumiddīn
4. Pemilik hari pembalasan. 🎧 Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. 🎧 Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus. 🎧 Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim walāḍ-ḍāllīn
7. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. Al-Fātiḥah: 1-7)
 Tafsir:
Disebut sebagai Surah Al-Fatiḥāh yang bermakna surah pembuka karena menjadi mukadimah bagi Kitabullah.
Bismillahirraḥmanirraḥīm
1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maknanya: Dengan menyebut nama Allah, aku memulai membaca Al-Qur`an dengan memohon pertolongan Allah dan mengharap berkah dengan menyebut nama-Nya.
- Allāh artinya: sembahan yang berhak diibadahi. Nama ini tidak boleh digunakan untuk selain Allah ﷻ.
- Ar-Raḥmān (Maha Pengasih) artinya: pemilik kasih yang luas nan mencakup segala sesuatu.
- Ar-Raḥīm (Maha Penyayang) artinya: pemilik sifat sayang kepada orang-orang beriman.
Al-ḥamdu lillāhi rabbil 'ālamīn
2. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Maknanya: Seluruh macam pujian dan kesempurnaan hanya milik Allah secara mutlak.
Ar-raḥmānir-raḥīm
3. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maknanya: Pemilik kasih yang luas nan mencakup segala sesuatu sekaligus pemilik sifat sayang yang berkesinambungan kepada orang-orang beriman.
Māliki yaumiddīn
4. Pemilik hari Pembalasan. Yaitu hari Kiamat.
Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Maknanya: Kami hanya menyembah-Mu semata dan memohon pertolongan-Mu satu-satunya.
Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu petunjuk kepada Islam dan Sunnah.
Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim walāḍ-ḍāllīn
7. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Yaitu jalan hamba-hamba Allah yang saleh dari kalangan para nabi dan pengikutnya, bukan jalan kaum Nasrani dan Yahudi.
- Disunahkan membaca "Āmīn" setelah bacaan Al-Fātiḥah. Āmīn bermakna: perkenankanlah permohonan kami.

Jawab:
Surah Az-Zalzalah dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā
1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, 🎧 Wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. 🎧 Wa qālal-insānu mā lahā
3. Lalu manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?” 🎧 Yauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahā
4. Pada hari itu, bumi menyampaikan beritanya, 🎧 Bi`anna rabbaka auḥā lahā
5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya. 🎧 Yauma`iżin yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a'mālahum
6. Pada hari itu, manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya. 🎧 Fa man ya'mal miṡqāla żarratin khairan yarah
7. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. 🎧 Wa man ya'mal miṡqāla żarratin syarran yarah
8. Sebaliknya, barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS. Az-Zalzalah: 1-8)
 Tafsir:
Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā
1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. Maksudnya: Apabila bumi diguncangkan dengan keras yang terjadi padanya pada hari Kiamat.
Wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Maksudnya: Bumi mengeluarkan isinya berupa orang-orang mati dan sebagainya.
Wa qālal-insānu mā lahā
3. Lalu manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?” Yaitu manusia bertanya penuh kebingungan, "Mengapa bumi bergoyang dan berguncang?"
Yauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahā
4. Pada hari itu, bumi menyampaikan beritanya, Maksudnya: Pada hari yang luar biasa itu, bumi menyampaikan semua perbuatan yang dilakukan di atasnya, perbuatan baik maupun perbuatan buruk.
Bi`anna rabbaka auḥā lahā
5. bahwa sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya. Yaitu karena Allah memberitahukannya dan memerintahkannya untuk melakukan itu.
Yauma`iżin yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a'mālahum
6. Pada hari itu, manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya. Maksudnya: Pada hari yang luar biasa itu, waktu bumi berguncang, manusia keluar secara berkelompok untuk menyaksikan langsung amal perbuatan yang mereka lakukan di dunia.
Fa man ya'mal miṡqāla żarratin khairan yarah
7. Maka siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Maksudnya: Siapa yang melakukan kebaikan walaupun seberat semut kecil, maka dia akan melihatnya berada di depannya.
Wa man ya'mal miṡqāla żarratin syarran yarah
8. Sebaliknya, siapa mengerjakan kejahatan walaupun seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Maksudnya: Siapa yang melakukan kejahatan seberat itu pula, maka dia akan melihatnya berada di depannya.

Jawab:
Surah Al-‘Ādiyāt dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Wal-'ādiyāti ḍabḥā
1. Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah, 🎧 Fal-mūriyāti qadḥā
2. dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya), 🎧 Fal-mugīrāti ṣubḥā
3. dan kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi, 🎧 Fa aṡarna bihī naq'ā
4. sehingga menerbangkan debu, 🎧 Fawaṣaṭna bihī jam'ā
5. lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh! 🎧 Innal-insāna lirabbihī lakanūd
6. Sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya. 🎧 Wa innahū 'alā żālika lasyahīd
7. Sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya. 🎧 Wa innahū liḥubbil-khairi lasyadīd
8. Sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. 🎧 Afalā ya'lamu iżā bu'ṡira mā fil-qubūr
9. Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan, 🎧 Wa ḥuṣṣila mā fiṣ-ṣudūr
10. dan apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan? 🎧 Inna rabbahum bihim yauma`iżil lakhabīr
11. Sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap keadaan mereka. (QS. Al-'Ādiyāt: 1-11)
 Tafsir:
Wal-'ādiyāti ḍabḥā
1. Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah, Maksudnya: Allah bersumpah dengan kuda yang berlari hingga terdengar suara nafasnya karena larinya yang kencang.
Fal-mūriyāti qadḥā
2. dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya), Allah juga bersumpah dengan kuda yang memercikkan bunga api dengan kukunya ketika menggores bebatuan karena kuat hentakannya.
Fal-mugīrāti ṣubḥā
3. serta kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi, Allah Ta'ala juga bersumpah dengan kuda yang menyerang musuh pada waktu pagi.
Fa aṡarna bihī naq'ā
4. sehingga menerbangkan debu, Maksudnya: Kekuatan larinya menyebabkan debu beterbangan.
Fawaṣaṭna bihī jam'ā
5. lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh. Maksudnya: Kuda-kuda tersebut membawa para penunggangnya ke tengah kumpulan musuh.
Innal-insāna lirabbihī lakanūd
6. Sungguh, manusia itu sangat ingkar (tidak bersyukur) kepada Tuhannya. Maksudnya: Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar kepada kebaikan yang diinginkan oleh Tuhannya dari dirinya.
Wa innahū 'alā żālika lasyahīd
7. Sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya. Maksudnya: Sungguh, ia benar-benar bersaksi atas pengingkarannya terhadap kebaikan dan tidak bisa mengingkarinya karena sangat jelas.
Wa innahū liḥubbil-khairi lasyadīd
8. Sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. Yaitu ia kikir terhadap harta akibat mencintanya secara berlebihan.
Afalā ya'lamu iżā bu'ṡira mā fil-qubūr
9. Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan? Maksudnya: Tidakkah orang yang tertipu dengan kehidupan duniawi ini tahu, apabila Allah telah membangkitkan mayat-mayat yang ada dalam kubur dan mengeluarkannya dari perut bumi untuk mendapatkan perhitungan dan pembalasan, bahwa urusannya tidak sebagaimana yang mereka sangka?!
Wa ḥuṣṣila mā fiṣ-ṣudūr
10. Apa yang tersimpan di dalam dada juga ditampilkan? Maksudnya: Seluruh niat, keyakinan dan lainnya yang ada dalam hati ditampakkan dan dijelaskan.
Inna rabbahum bihim yauma`iżil lakhabīr
11. Sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Maha Teliti terhadap keadaan mereka. Maksudnya: Tuhan mereka pada hari itu benar-benar mengetahui secara rinci urusan mereka, tidak ada sedikit pun urusan hamba-Nya yang samar bagi-Nya, dan Dia akan memberikan mereka balasan atas itu.

Jawab:
Surah Al-Qari’āh dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Al-qāri'ah
1. Hari Kiamat 🎧 Mal-qāri'ah
2. Apakah hari Kiamat itu? 🎧 Wa mā adrāka mal-qāri'ah
3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 🎧 Yauma yakūnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡūṡ
4. Pada hari itu, manusia seperti laron yang beterbangan. 🎧 Wa takūnul-jibālu kal-'ihnil-manfūsy
5. Gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. 🎧 Fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh
6. Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, 🎧 Fahuwa fī 'īsyatir-rāḍiyah
7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). 🎧 Wa ammā man khaffat mawāzīnuh
8. Sebaliknya, adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, 🎧 Fa ummuhū hāwiyah
9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hāwiyah. 🎧 Wa mā adrāka mā hiyah
10. Tahukah kamu apakah neraka Hāwiyah itu? 🎧 Nārun ḥāmiyah
11. (Yaitu) api yang sangat panas. (QS. Al-Qāri'ah: 1-11)
 Tafsir:
Al-qāri'ah
1. Hari Kiamat. Maksudnya: Waktu yang mengguncang hati manusia karena petakanya yang dahsyat.
Mal-qāri'ah
2. Apakah hari Kiamat itu? Maksudnya: Waktu apakah itu yang mengguncang hati manusia karena petakanya yang dahsyat?
Wa mā adrāka mal-qāri'ah
3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Maksudnya: Wahai Rasul, tahukah kamu, waktu apakah itu yang mengguncang hati manusia karena petakanya yang dahsyat? Itulah hari Kiamat.
Yauma yakūnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡūṡ
4. Pada hari itu, manusia seperti laron yang beterbangan. Maksudnya: Hari ketika hati manusia terguncang, mereka seperti laron yang beterbangan, tersebar kesana kemari.
Wa takūnul-jibālu kal-'ihnil-manfūsy
5. Gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Maksudnya: Gunung-gunung menjadi seperti bulu yang beterbangan karena perjalanan dan pergerakannya yang ringan.
Fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh
6. Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maksudnya: Adapun orang-orang yang amal salehnya lebih berat timbangannya daripada amal buruknya.
Fahuwa fī 'īsyatir-rāḍiyah
7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Maksudnya: Maka dia berada dalam kehidupan bahagia yang dia dapatkan dalam surga.
Wa ammā man khaffat mawāzīnuh
8. Sebaliknya, adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Maksudnya: Sebaliknya, orang-orang yang amal buruknya lebih berat timbangannya daripada amal salehnya.
Fa ummuhū hāwiyah
9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hāwiyah. Maksudnya: Maka tempat tinggal dan kembalinya pada hari Kiamat adalah neraka Jahanam.
Wa mā adrāka mā hiyah
10. Tahukah kamu apakah neraka Hāwiyah itu? Maksudnya: Wahai Rasul, tahukah kamu apakah neraka Hāwiyah itu?
Nārun ḥāmiyah
11. (Yaitu) api yang sangat panas. Maksudnya: Dia itu adalah api yang sangat panas.

Jawab:
Surah At-Takāṡur dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Alhākumut-takāṡur
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kalian. 🎧 Ḥattā zurtumul-maqābir
2. Sampai kalian masuk ke dalam kubur. 🎧 Kallā saufa ta'lamūn
3. Sekali-kali tidak! Kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). 🎧 Ṡumma kallā saufa ta'lamūn
4. Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kalian akan mengetahui. 🎧 Kallā lau ta'lamūna 'ilmal-yaqīn
5. Sekali-kali tidak! Sekiranya kalian mengetahui dengan pasti, 🎧 Latarawunnal-jaḥīm
6. niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim. 🎧 Ṡumma latarawunnahā 'ainal-yaqīn
7. Kemudian kalian benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri. 🎧 Ṡumma latusalunna yaumaiżin 'anin-na'īm
8. Kemudian kalian benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu). (QS. At-Takāṡur: 1-8)
 Tafsir:
Alhākumut-takāṡur
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kalian. Maksudnya: Wahai manusia, bermegah-megahan dengan harta dan keturunan telah melalaikan kalian dari melakukan ketaatan kepada Allah.
Ḥattā zurtumul-maqābir
2. Sampai kalian masuk ke dalam kubur. Maksudnya: Sampai kalian mati dan masuk kubur.
Kallā saufa ta'lamūn
3. Sekali-kali tidak! Kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). Maksudnya: Tidak layak kalian lalai dari melakukan ketaatan kepada Allah akibat bermegah-megahan dengan harta dan keturunan. Kalian pasti akan mengetahui akibat dari kelalaian tersebut.
Ṡumma kallā saufa ta'lamūn
4. Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kalian akan mengetahui. Maksudnya: Kemudian lagi, kalian pasti akan mengetahui akibatnya.
Kallā lau ta'lamūna 'ilmal-yaqīn
5. Sekali-kali tidak! Sekiranya kalian mengetahui dengan pasti, Maksudnya: Pasti! Andai kalian mengetahui secara pasti bahwa kalian akan dibangkitkan kepada Allah dan bahwa Dia akan memberi kalian balasan atas amal kalian, kalian tidak akan dilalaikan oleh bermegah-megahan dengan harta dan keturunan.
Latarawunnal-jaḥīm
6. niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim. Maksudnya: Demi Allah, kalian pasti akan menyaksikan neraka pada hari Kiamat kelak.
Ṡumma latarawunnahā 'ainal-yaqīn
7. Kemudian kalian benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri. Maksudnya: Kemudian kalian akan menyaksikannya dengan yakin, tanpa ragu sedikit pun.
Ṡumma latusalunna yaumaiżin 'anin-na'īm
8. Kemudian kalian benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu). Maksudnya: Kemudian Allah pasti akan bertanya kepada kalian di hari itu tentang nikmat yang Dia berikan, berupa kesehatan, harta, dan lain sebagainya.

Jawab:
Surah Al-'Aṣr dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Wal-'aṣr
1. Demi masa. 🎧 Innal-insāna lafī khusr
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. 🎧 Illallażīna āmanū wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-'Aṣr: 1-3)
 Tafsir:
Wal-'aṣr
1. Demi masa. Maksudnya: Allah bersumpah dengan waktu.
Innal-insāna lafī khusr
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Maksudnya: Semua manusia rugi dan celaka
Illallażīna āmanū wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. Maksudnya: Kecuali orang yang beriman dan beramal saleh, sambil mengajak kepada kebenaran dan bersabar di atasnya. Mereka itulah yang selamat dari kerugian.

Jawab:
Surah Al-Humazah dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Wailul likulli humazatil lumazah
1. Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. 🎧 Allażī jama'a mālaw wa 'addadah
2. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. 🎧 Yaḥsabu anna mālahū akhladah
3. Dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. 🎧 Kallā layunbażanna fil-ḥuṭamah
4. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Ḥuṭamah. 🎧 Wa mā adrāka mal-ḥuṭamah
5. Tahukah kamu apakah (neraka) Ḥuṭamah itu? 🎧 Nārullāhil-mūqadah
6. (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan. 🎧 Allatī taṭṭali'u 'alal-af`idah
7. Yang (membakar) sampai ke hati. 🎧 Innahā 'alaihim mu`ṣadah
8. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka, 🎧 Fī 'amadim mumaddadah
9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (QS. Al-Humazah: 1-9)
 Tafsir:
Wailul likulli humazatil lumazah
1. Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. Maksudnya: Celaka dan berat azabnya bagi orang yang banyak melakukan gibah dan mencela orang lain.
Allażī jama'a mālaw wa 'addadah
2. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Maksudnya: Orang yang perhatiannya hanya pada mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, sehingga tidak ada lagi perhatiannya pada yang lain.
Yaḥsabu anna mālahū akhladah
3. Dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Maksudnya: Dia mengira bahwa harta yang dia kumpulkan itu akan menyelamatkannya dari maut, sehingga dia bisa hidup kekal di dunia ini.
Kallā layunbażanna fil-ḥuṭamah
4. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Ḥuṭamah. Maksudnya: Faktanya tidak seperti persangkaan manusia jahil ini. Dia akan dilemparkan ke dalam api neraka yang notabene menghancurkan segala sesuatu yang dimasukkan kepadanya karena siksanya yang keras.
Wa mā adrāka mal-ḥuṭamah
5. Tahukah kamu apakah (neraka) Ḥuṭamah itu? Maksudnya: Wahai Rasul, tahukah kamu, neraka apakah itu yang menghancurkan segala sesuatu yang dilemparkan ke dalamnya?
Nārullāhil-mūqadah
6. (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan. Maksudnya: Itulah neraka ciptaan Allah Ta'ala yang menyala-nyala.
Allatī taṭṭali'u 'alal-af`idah
7. Yang (membakar) sampai ke hati. Maksudnya: Yang menembus badan manusia hingga sampai ke hati.
Innahā 'alaihim mu`ṣadah
8. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka, Maksudnya: Neraka itu ditutup rapat atas orang-orang yang disiksa di dalamnya.
Fī 'amadim mumaddadah
9. (dikunci) dengan palang-palang pintu yang panjang. Maksudnya: Mereka ditutup dengan palang-palang yang panjang agar mereka tidak bisa keluar dari neraka.

Jawab:
Surah Al-Fīl dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi`aṣḥābil-fīl
1. Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? 🎧 Alam yaj'al kaidahum fī taḍlīl
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? 🎧 Wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl
3. Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. 🎧 Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl
4. Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar. 🎧 Faja'alahum ka'aṣfim ma`kūl
5. Lalu mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS. Al-Fīl: 1-5)
 Tafsir:
Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi`aṣḥābil-fīl
1. Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Maksudnya: Wahai Rasul, tidakkah engkau perhatikan bagaimana Tuhanmu memperlakukan Abrahah dan pasukan bergajah yang ia komandoi, ketika mereka hendak menghancurkan Ka’bah?
Alam yaj'al kaidahum fī taḍlīl
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Maksudnya: Allah telah menggagalkan rencana jahat mereka untuk menghancurkan Ka'bah sehingga mereka tidak berhasil mencapai tujuan mereka sedikit pun untuk memalingkan manusia dari Ka'bah.
Wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl
3. Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. Maksudnya: Allah mengirimkan kepada mereka burung-burung yang menyerang mereka secara berbondong-bondong.
Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl
4. Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar. Maksudnya: Burung-burung itu melempar mereka dengan bebatuan yang berasal dari tanah yang membatu.
Faja'alahum ka'aṣfim ma`kūl
5. Lalu mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). Maksudnya: Allah menjadikan mereka seperti daun tanaman yang dimakan dan diinjak oleh binatang.

Jawab:
Surah Quraisy dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Li`īlāfi quraisy
1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. 🎧 Īlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaif
2. (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. 🎧 Falya'budū rabba hāżal-bāit
3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah). 🎧 Allażī aṭ'amahum min jū'iw wa āmanahum min khauf
4. (Dia) yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. (QS. Quraisy: 1-4)
 Tafsir:
Li`īlāfi quraisy
1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. Maksudnya: Kebiasaan mereka bepergian di musim dingin dan di musim panas.
Īlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaif
2. (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Yaitu melakukan perjalanan pada musim dingin ke Yaman dan perjalanan pada musim panas ke negeri Syam dengan aman.
Falya'budū rabba hāżal-bāit
3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah). Maksudnya: Hendaknya mereka menyembah Allah, Pemilik Baitulharam ini semata, yang telah memudahkan perjalanan tersebut bagi mereka, dan hendaknya mereka tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
Allażī aṭ'amahum min jū'iw wa āmanahum min khauf
4. (Dia) yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. Maksudnya: Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan rasa lapar dan memberi mereka rasa aman dari ketakutan, dengan menanamkan di dalam hati bangsa Arab pengagungan tanah haram dan penduduknya.

Jawab:
Surah Al-Mā’ūn dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Ara`aitallażī yukażżibu bid-dīn
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? 🎧 Fa żālikallażī yadu''ul-yatīm
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim. 🎧 Wa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīn
3. Tidak pula mendorong memberi makan orang miskin. 🎧 Fa wailul lil-muṣallīn
4. Maka celakalah orang yang salat itu, 🎧 Allażīna hum 'an ṣalātihim sāhūn
5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, 🎧 Allażīna hum yurā`ūn
6. yang berbuat ria, 🎧 Wa yamna'ūnal-mā'ūn
7. serta enggan (memberikan) bantuan. (QS. Al-Mā’ūn: 1-7)
 Tafsir:
Ara`aitallażī yukażżibu bid-dīn
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maksudnya: Tahukah kamu orang yang mendustakan adanya pembalasan pada hari Kiamat?
Fa żālikallażī yadu''ul-yatīm
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim. Maksudnya: Orang yang menolak memenuhi kebutuhan anak yatim secara kasar.
Wa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīn
3. Tidak pula mendorong memberi makan orang miskin. Maksudnya: Dia juga tidak mendorong dirinya dan orang lain untuk memberi makanan kepada orang miskin.
Fa wailul lil-muṣallīn
4. Maka celakalah orang yang salat itu, Maksudnya: Maka celaka dan terazablah orang yang melakukan salat.
Allażīna hum 'an ṣalātihim sāhūn
5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, Maksudnya: Orang-orang yang lalai terhadap salatnya dengan tidak peduli dengannya hingga lewat waktunya.
Allażīna hum yurā`ūn
6. yang berbuat ria, Maksudnya: Orang-orang yang berbuat ria dalam salat dan amal mereka serta tidak mengikhlaskan amalan karena Allah.
Wa yamna'ūnal-mā'ūn
7. serta enggan (memberikan) bantuan. Maksudnya: Mereka juga enggan menolong orang lain dengan hal yang sama sekali tidak menimbulkan bahaya bagi diri mereka.

Jawab:
Surah Al-Kauṡar dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Innā a'ṭainākal-kauṡar
1. Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. 🎧 Fa ṣalli lirabbika wanḥar
2. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. 🎧 Inna syāni`aka huwal-abtar
3. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah). (QS. Al-Kauṡar: 1-3)
 Tafsir:
Innā a'ṭainākal-kauṡar
1. Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maksudnya: Sesungguhnya kami telah memberimu, wahai Rasul, nikmat yang banyak, termasuk sungai al-Kauṡar di dalam surga.
Fa ṣalli lirabbika wanḥar
2. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Maksudnya: Maka bersyukurlah kepada Allah atas nikmat tersebut dengan melaksanakan salat semata-mata kepada-Nya dan berkurban. Ini berbeda dengan perbuatan orang-orang musyrik yang mendekatkan diri kepada berhala-berhala mereka dengan cara berkurban.
Inna syāni`aka huwal-abtar
3. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah). Maksudnya: Sesungguhnya orang yang membencimu justru dialah orang yang terputus dari kebaikan dan terlupakan, bila pun disebut maka akan disebut dengan kejahatannya.

Jawab:
Surah Al-Kāfirūn dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Qul yā ayyuhal-kāfirūn
1. Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir! 🎧 Lā a'budu mā ta'budūn
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. 🎧 Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud
3. Kamu pun bukan penyembah apa yang aku sembah. 🎧 Wa lā ana 'ābidum mā 'abattum
4. Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah. 🎧 Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud
5. Sebaliknya, kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. 🎧 Lakum dīnukum wa liya dīn
6. Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku." (QS. Al-Kāfirūn: 1-6)
 Tafsir:
Qul yā ayyuhal-kāfirūn
1. Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir! Maksudnya: Ya Rasul, sampaikanlah, "Wahai orang-orang yang kafir kepada Allah.
Lā a'budu mā ta'budūn
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Maksudnya: Aku tidak menyembah berhala yang kalian sembah, sekarang maupun di masa yang akan datang.
Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud
3. Kamu pun bukan penyembah apa yang aku sembah. Maksudnya: Sebaliknya, kalian tidak pula menyembah sembahanku, yaitu Allah Yang Maha Esa.
Wa lā ana 'ābidum mā 'abattum
4. Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah. Maksudnya: Aku tidak menyembah berhala-berhala yang kalian sembah.
Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud
5. Sebaliknya, kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Maksudnya: Sebaliknya, kalian tidak pula menyembah sembahanku, yaitu Allah Yang Maha Esa.
Lakum dīnukum wa liya dīn
6. Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku." Maksudnya: Bagi kalian agama kalian yang kalian ciptakan sendiri untuk diri kalian, dan bagiku agamaku yang Allah turunkan untukku."

Jawab:
Surah An-Naṣr dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Iżā jā`a naṣrullāhi wal-fatḥ
1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. 🎧 Wa ra`aitan-nāsa yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā
2. Lalu engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. 🎧 Fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastaghfirh, innahū kāna tawwābā
3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. (QS. An-Naṣr: 1-3)
 Tafsir:
Iżā jā`a naṣrullāhi wal-fatḥ
1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Maksudnya: Wahai Rasul, apabila pertolongan dan pemenangan Allah untuk agamamu telah datang serta Kota Makkah dibebaskan.
Wa ra`aitan-nāsa yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā
2. Lalu engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. Maksudnya: Lalu engkau melihat manusia masuk Islam, kelompok demi kelompok.
Fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastaghfirh, innahū kāna tawwābā
3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. Maksudnya: Maka ketahuilah bahwa itu adalah tanda tugas yang dibebankan kepadamu segera berakhir. Sebab itu, bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebagai bentuk syukur kepada-Nya atas nikmat pertolongan dan kemenangan. Mohonlah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat, yang menerima tobat hamba-Nya dan mengampuni mereka.

Jawab:
Surah Al-Masad dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Tabbat yadā abī lahabiwwa tabb
1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! 🎧 Mā agnā 'anhu māluhū wa mā kasab
2. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. 🎧 Sayaṣlā nāran żāta lahab
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). 🎧 Wamra`atuhū ḥammālatal-ḥaṭab
4. Begitu pul) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). 🎧 Fī jīdihā ḥablum mim masad
5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. (QS. Al-Masad: 1-5)
 Tafsir:
Tabbat yadā abī lahabiwwa tabb
1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Maksudnya: Telah rugi kedua tangan paman Nabi ﷺ, Abu Lahab bin Abdul-Muṭṭalib, karena kerugian perbuatannya sebab ia menyakiti Nabi ﷺ, serta sia-sia usahanya.
Mā agnā 'anhu māluhū wa mā kasab
2. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Maksudnya: Harta dan anaknya tidak berguna baginya sedikit pun. Keduanya tidak bisa melindunginya dari siksa dan tidak pula mendatangkan rahmat baginya.
Sayaṣlā nāran żāta lahab
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). Maksudnya: Kelak hari Kiamat ia akan masuk ke neraka yang memiliki api yang berkobar, ia akan merasakan panasnya.
Wamra`atuhū ḥammālatal-ḥaṭab
4. Begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Maksudnya: Kelak Ummu Jamil, istri Abu Lahab, yang menyakiti Nabi dengan cara meletakkan duri di jalan yang beliau lalui, juga akan masuk neraka.
Fī jīdihā ḥablum mim masad
5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. Maksudnya: Di lehernya terdapat tali yang dipintal kuat, dengannya ia diseret ke neraka.

Jawab:
Surah Al-Ikhlāṣ dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Qul huwallāhu aḥad
1. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. 🎧 Allāhuṣ-ṣamad
2. Allah tempat meminta segala sesuatu. 🎧 Lam yalid wa lam yūlad
3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. 🎧 Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad
4. Tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
(QS. Al-Ikhlās: 1-4)
 Tafsir:
Qul huwallāhu aḥad
1. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Maksudnya: Katakan -wahai Rasul-, Dialah Allah, tiada tuhan yang berhak disembah selain-Nya.
Allāhuṣ-ṣamad
2. Allah tempat meminta segala sesuatu. Maksudnya: Kepada-Nya diangkat segala kebutuhan makhluk.
Lam yalid wa lam yūlad
3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Maksudnya: Dia tidak punya anak dan tidak pula bapak.
Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad
4. Tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
Maksudnya: Tidak pula ada yang menyamai-Nya di antara makhluk ciptaan-Nya.

Jawab:
Surah Al-Falaq dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Qul a'ūżu birabbil-falaq
1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), 🎧 Min syarri mā khalaq
2. dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, 🎧 Wa min syarri gāsiqin iżā waqab
3. dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, 🎧 Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad
4. dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), 🎧 Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad
5. dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
(QS. Al-Falaq: 1-5)
 Tafsir:
Qul a'ūżu birabbil-falaq
1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), Maksudnya: Wahai Rasul, katakanah, "Aku berlindung dan memohon keamanan kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).
Min syarri mā khalaq
2. dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, Maksudnya: Dari kejahatan makhluk-makhluk yang menyakiti.
Wa min syarri gāsiqin iżā waqab
3. dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, Maksudnya: Aku pun berlindung kepada Allah dari kejahatan yang muncul pada malam hari, berupa binatang maupun pencuri.
Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad
4. dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), Maksudnya: Aku juga berlindung kepada Allah dari kejahatan para perempuan penyihir yang meniup pada ikatan-ikatan tali.
Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad
5. dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
Maksudnya: (Aku juga berlindung) dari kejahatan orang hasad yang iri kepada orang lain lantaran mereka diberikan nikmat oleh Allah, ia ingin nikmat itu hilang dari mereka, serta ingin mencelakakan mereka.

Jawab:
Surah An-Nās dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Qul a'ūżu birabbin-nās
1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, 🎧 Malikin-nās
2. Raja manusia, 🎧 Ilāhin-nās
3. Sembahan manusia, 🎧 Min syarril-waswāsil-khannās
4. dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, 🎧 Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, Minal-jinnati wan-nās
6. dari (golongan) jin dan manusia." (QS. An-Nās: 1-6)
Tafsir:
Qul a'ūżu birabbin-nās
1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Maksudnya: Wahai Rasul, katakanlah, "Aku berlindung dan memohon keamanan kepada Tuhan sekalian manusia.
Malikin-nās
2. Raja manusia, Yaitu yang bertindak pada mereka sesuai kehendak-Nya, tidak ada raja lain bagi mereka selain Dia.
Ilāhin-nās
3. Sembahan manusia, Maksudnya: Sembahan mereka yang benar, tidak ada sembahan lain yang benar bagi manusia selain Dia.
Min syarril-waswāsil-khannās
4. dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, Maksudnya: Dari kejahatan setan yang membisikkan tipu dayanya kepada manusia.
Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, Maksudnya: Yang membisikkan tipu dayanya ke dalam hati manusia.
Minal-jinnati wan-nās
6. dari (golongan) jin dan manusia." Maksudnya: Yang membisikkan itu dari golongan manusia dan dari golongan jin."
*******